Meskipun seorang content specialist berperan sebagai aktor di balik layar dalam pembuatan dan pengelolaan konten-konten media sosial, pada kenyataannya posisi tersebut tidak bisa menjalankan semua aspek media sosial sendirian saja. Oleh karena itu dibutuhkan bantuan peran seorang social media admin dalam mengoperasikan sejumlah platform media sosial.
Posisi tersebut seringkali dianggap sebagai posisi paling sederhana dari semua posisi yang ada di tim digital marketing, karena ‘bermain’ media sosial setiap hari. Namun, hal seperti itu tidaklah sesederhana yang kita bayangkan.
Social Media Admin
Jika content specialist berperan di balik pembuatan dan pengelolaan konten-konten, maka social media admin berperan dalam mengelola dan mengoperasikan segala sesuatu yang berhubungan dengan platform media sosial. Posisi tersebut fokus pada aspek teknis platform berbagai media sosial yang ada. Sifat pekerjaannya yang 24/7 dan cenderung dikerjakan secara remote membuat mereka harus mengerjakan berbagai tugas sebagai berikut:
- Menjaga Keamanan Password serta Keamanan Akun: Karena cyber crime selalu mengintai siapapun dan kapanpun terutama untuk akun-akun yang dimiliki oleh brand atau organisasi, maka melindungi segala data penting yang ada di dalam akun harus dilakukan seketat mungkin. Tidak hanya menjaga kerahasiaan password saja, tetapi juga memastikan akun yang dikelolanya sudah dilengkapi keamanan sesuai dengan platform versi terbaru yang sudah di-update;
- Mengenali Target Pasar secara Tepat: Social media admin merupakan garda terdepan interaksi dengan audiens. Hal ini menuntut mereka untuk tahu audiens dan bagaimana mereka berinteraksi dengan akun yang dikelolanya, memahami produk, informasi atau jasa yang organisasinya, dan memahami target pasar.
- Melakukan Penjadwalan Konten: Demi mendapatkan engagement yang optimal, diperlukan riset perihal peak time atau best time untuk menayangkan konten, dan;
- Menjaga Interaksi dengan Followers atau Audiens: Membalas komentar audiens di kolom komentar atau chat adalah satu contoh dalam tugas tersebut, di mana seorang admin harus dapat menangani berbagai situasi yang berpotensi terjadi dalam interaksi media sosial.
Skills Wajib bagi Social Media Admin
Tidak berbeda jauh dengan content specialist maupun media strategist, para jobseeker yang ingin melamar di posisi social media admin harus memiliki ketertarikan tinggi terhadap dunia media sosial. Selain itu, mereka diharapkan untuk juga up-to-date terhadap segala tren terkini yang ada, supaya dapat menyesuaikan konten-konten dengan target pasar.
Selain itu mereka perlu memahami fitur-fitur khusus dalam sejumlah platform media sosial, contohnya Creator Studio di Facebook atau Tweetmaps di Twitter. Sebisa mungkin mereka juga memerlukan pemahaman dalam pemanfaatan analytic tools untuk memahami peak time pada setiap platform media sosial. Misalnya Iconosquare yang dipakai oleh Pameo.
Seorang social media admin juga harus menguasai skill komunikasi. Khususnya pada kemampuan untuk berdialog, merespon percakapan dan membangun engagement dengan audiens.
CTA
Pekerjaan social media admin yang di atas kertas tergolong “santai” ternyata tidaklah seindah yang kita bayangkan. Sifatnya yang 24/7 dan dapat dikerjakan secara remote membuat posisi tersebut harus siaga terus dalam menjaga beroperasinya akun-akun resmi perusahaan di sejumlah platform.
Tugas-tugas yang dikerjakan posisi tersebut tidak banyak berbeda dengan apa yang dikerjakan content specialist, tetapi mereka punya peran lain yang spesifik pada pengoperasian platform media sosial itu sendiri.
Mulai dari menjaga sifat berjalannya platform selama 24 jam penuh, sampai menjaganya dari cyber crime di dunia maya dengan menjaga kerahasian password dan memastikan akun yang dikelolanya sudah ditanamkan sistem keamanan.
Sumber: